Jumat, 31 Maret 2017

Ciri Ciri Umum Burung Cendet Jantan

Ciri Ciri Umum Burung Cendet Jantan

Burung cendet memiliki banyak sebutan diantaranya adalah pentet, bentet dan thoet. Karakteristik tubuh burung Cendet pada umumnya berkisar kurang lebih 20 cm. Selain bentuk fisiknya yang indah, Cendet juga memiliki suara yang bervariasi tergantung pada pola masterannya. Cendet tergolong sebagai burung predator merupakan spesies yang cerdas, bisa dikatakan begitu karena cendet mempunyai kemampuan istimewa yaitu mampu menirukan kicauan burung lain. Untuk suara gacorannya sendiri, burung yang mampu berkicau secara maksimal adalah pentet yang berkelamin jantan dibandingkan cendet betina.

Bagi anda yang berkeinginan untuk menangkar burung gacoran, akan tetapi masih bingung pada pemilihan jenisnya maka anda bisa memilih burung gemuk ini. Selain mudah lulut pada pemeliharanya, perawatan untuk burung pentet sendiri pun tidak terlalu rumit, khususnya bagi kita yang masih pemula. Dalam perawatan hariannya kita cukup memenuhi kebutuhan pakan, memandikan secara teratur dan selalu membersihkan kandang / sangkar. Namun jika menginginkan cendet supaya cepat buka paruh, maka kita perlu memberikannya pemasteran secara rutin dan bertahap. Khusus untuk cendet jantan yang masih bakalan, kita bisa memancing gacorannya dengan suara burung cendet betina.

Apabila anda sudah benar-benar yakin menentukan pentet sebagai burung peliharaan dirumah, maka sangat disarankan untuk memilih burung yang berkelamin jantan. Pada umumnya burung cendet jantan akan memiliki berbagai kelebihan baik itu dari postur tubuh, variasi gacoran maupun power suaranya. Namun bagi anda yang masih belum tahu cara untuk membedakan jenis kelamin jantan dan betina pastinya sangat kebingungan ketika hendak membeli burung tegas ini. Sekarang anda tak usah bingung lagi, karena disini saya telah menyajikan berbagai ulasan mengenai perbandingan ciri kelamin burung cendet. Untuk lebih lengkapnya lagi, mari kita simak cuplikan dibawah ini.

Ciri Ciri Cendet Jantan

• Paruh bagian ujungnya relatif tebal.
• Ujung kepala sampai tengkuk terdapat bulu hitam yang pekat.
• Bulu hitam di bagian pipi terlihat lebih pekat.
• Perilakunya lebih gesit dan agresif.
• Bentuk kepala cenderung datar atau ceper.
• Supit lebih kecil dan panjang dengan motif garis bulu tak beraturan.
• Untuk yang masih anakan, terdapat warna hitam dibagian ekor.

Setelah menyimak beberapa ulasan diatas, pastinya sekarang anda sudah mengetahui beberapa acuan yang bisa dijadikan patokan untuk membedakan jenis kelamin burung cendet. Meskipun akurasinya tidak seratus persen, namun cara tersebut telah banyak dicoba dan dibuktikan oleh berbagai kalangan kicau mania. Alhasil metode tersebut mampu membawa anggapan yang positif dari banyak orang. Apabila anda hendak ke pasar burung untuk membeli cendet, namun masih was-was untuk membedakan ciri cendet jantan atau betina, maka solusi yang tepat adalah dengan mengajak teman anda khususnya yang sudah berpengalaman mengenai berbagai jenis burung.


Read More

Tips Atasi Keracunan Pada Kucing Karena Makanan

Tips Atasi Keracunan Pada Kucing Karena Makanan

Beberapa kasus yang sering menyerang kucing peliharaan selain dari penyakit yaitu kucing mengalami keracunan. Kucing keracunan ini memang sering terjadi, karena pada dasarnya kucing adalah hewan yang senang membersihkan diri dan penasaran terhadap sesuatu. Biasanya kucing mengalami keracunan karena mereka salah makan, keracunan racun tikus, keracunan insektisida, keracunan obat-obatan, keracunan tanaman beracun, atau bisa juga keracunan makanan manusia yang tidak bisa dicerna oleh kucing. Ada beberapa list makanan yang tidak bisa dicerna oleh kucing.…

Gejala yang timbul pada kucing keracunan makanan

Biasanya kucing akan muntah atau diare, batuk bersin, mengeluarkan air liur yang berlebihan, sulit bernafas, kucing menggigil, sering buang air, pupil membesar, terlihat lemas, dan kadang jika sudah parah kucing bisa kejang-kejang. Hal pertama yang harus kita lakukan yaitu jangan panik karena jika panik biasanya tindakan yang kita ambil akan ceroboh dan bahkan bisa membahayakan si kucing.

Jika memungkinkan menghubungi dokter hewan maka segeralah pergi ke dokter hewan terpercaya anda terutama jika gejala yang ditimbulkan sudah gawat karena perlu tindakan dokter sesegera mungkin. Segala tindakan di sini menjadi tanggung jawab anda. Berikut ini beberapa langkah untuk mengatasi ketika kucing mengalami keracunan.

Bagaimana Cara Mengobati Kucing Keracunan Makanan

Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi kucing keracunan makanan

Tempatkan kucing di area dengan sirkulasi udara bagus
Kucing yang keracunan sebaiknya taruh di area yang sirkulasi udaranya bagus karena kucing yang keracunan membutuhkan asupan oksigen yang banyak dan bisa jadi kucing mengalami keracunan karena menghirup zat yang berbahaya.

Identifikasi racun

Jika mendapati gejala kucing keracunan seperti diatas sesegera mungkin lakukan identifikasi terhadap racun yang masuk ke dalam tubuh kucing, kita bisa mencari makanan atau benda-benda yang kiranya meracuni kucing. Dengan teridentifikasinya racun yang meracuni kucing kita bisa dengan mudah mencari solusinya baik itu di internet atau di forum-forum kucing. Di bawah juga saya menyediakan beberapa racun yang mungkin menyerang kucing bisa di scroll ke bawah bagian penanganan sesuai dengan racun.

Buat kucing muntah?

Anda beberapa racun yang perlu dibuat kucing muntah, ada juga racun yang tidak boleh dimuntahkan oleh kucing terutama racun jenis asam atau basa, karena jika kucing memuntahkan racun jenis asam atau basa kucing akan mengalami kondisi yang lebih parah. jadi lakukan sesuai dengan kondisi pada kucing.

Jika memerlukan tindakan untuk memuntahkan kucing maka berikan hydrogen peroksida 3% (konsentrasi jangan lebih dari 3% yah) secara telan/oral dengan dosis 2 sampai 4 mili per kilo berat badan tubuh kucing. Memuntahkan kucing paling efektif yaitu paling lama 2 jam setelah kucing keracunan, karena jika sudah lebih dari 2 jam makanan biasanya sudah tercerna oleh kucing jadi kurang efektif.

Beri susu, air kelapa, kuning telur mentah

Berikan kucing susu sebanyak mungkin yang bisa diberikan. Susu bisa menetralisir racun dalam tubuh kucing, untuk hasil yang lebih baik berikan susu yang tinggi lemak. Jika kucing tidak mau meminum susunya kita bisa bantu dengan pipet atau spet dengan selang, berikan sebanyak 100 ml susu. Selain susu bisa juga diberikan air kelapa dan kuning telur. Air kelapa bisa menetralisir racun dan kuning telur bisa membantu mencerna racun (racun asam atau basa) dan menetralkannya.

Bersihkan dengan arang aktif

Arang aktif atau karbon aktif bisa menyerap racun dalam tubuh. Arang aktif bisa untuk mengurangi penyerapan racun dalam usus kucing. Untuk itu kita membutuhkan arang aktif dalam menangani kucing keracunan. Arang aktif ini contoh produknya yaitu norit (cari di apotik), dosis pemberiannya yaitu 1 gram arang aktif bubuk untuk 2,27 kilo berat tubuh kucing. Masukkan dengan cara dicampur dengan air (air kelapa lebih baik) lalu dispet pada kucing.
Dosis arang aktif untuk keracunan yang akut adalah 2 sampai 8 gram/kg berat tubuh, berikan sekali setiap 6 sampai 8 jam selama 3 sampai 5 hari

Bersihkan sisa racun

Setelah masa kritis kucing lewat kita bisa membersihkan kucing dari sisa-sisa racun baik itu di bulunya, di lantai, dan makanan yang diduga menjadi sumber racunnya. Biasanya tidak sengaja memakan racun tikus.

Penanganan Sesuai dengan Racun

1. keracunan arsenik (insektisida, pestisida, dan rodentisida / racun tikus). Jika kucing keracunan arsenik seperti racun tikus atau racun serangga maka buat kucing muntah, lalu berikan arang aktif + air susu.

2. keracunan sampo atau sabun, jangan dibuat kucing muntah, berikan susu + kuning telur + air kelapa pada kucing.

3. keracunan coal tar (pembersih rumah tangga), beri larutan pencahar  seperti arang aktif + larutan salin, berikan juga putih telur untukmengurangi efek racun.

4. keracunan sianida biasanya kucing memakan racun tikus, rumput panah, sorgum, daun apel, jagung, /flax/, dan ekaliptus (bukan kopi mirna yah hehe). Hubungi dokter hewan, biasanya akan diberikan air yang disuling atau larutan salin.

5. keracunan cokelat, buat kucing muntah, berikan susu. Hindari pemberian makanan yang berbahaya untuk kucing, baca : makananberbahaya untuk kucing 

6. keracunan kismis dan anggur, buat kucing muntah, beri air kelapa yang banyak agar kucing kencing atau bawa ke dokter hewan

7. keracunan alkohol, tempatkan di tempat yang sirkulasi udaranya bagus, lalu buat kucing muntah.

8. keracunan pemutih klorin (kaporit, air kolam renang) berikan susu pada kucing agar klorin di ikat lemak susu.

9. dll.

Hubungi dokter

Alternatif terakhir yang harus dilakukan yaitu hubungi dokter karena saya rasa ini adalah hal yang tepat apalagi jika anda sebagai catloverz pemula yang kurang mengetahui seluk beluk tentang pengobatan pada kucing. Tetapi jika memang tidak memungkinkan anda untuk menghubungi dokter maka boleh mencoba dengan tanggung jawab masing-masing. Jangan coba-coba mengobati kucing keracunan tanpa instruksi medis yang jelas.
Demikian Tips Mengobati Keracunan Pada Kucing Karena Makanan, semoga bermanfaat..

Read More

Minggu, 12 Maret 2017

Tips Melatih Kucing Agar Buang Kotoran Tidak Sembarangan

Tips Melatih Kucing Agar Buang Kotoran Tidak Sembarangan

Bagi Anda yang suka dengan kucing Angora yang lucu dan bisa diajak bermain, memelihara kucing adalah pilihan yang sangat tepat dan benar menurut aku. Walaupun hewan kucing ini lucu dan banyak yang memeliharanya, tetapi tetap saja ada yang tidak suka karena saat dipelihara, kucing suka buang air sembarangan! Biasanya masih banyak yang belum tahu cara melatih kucing buang air.

Kamu pasti sudah tahu bahwa pup kucing itu baunya mantap! Nah, masih banyak orang yang masih kesulitan untuk menghilangkan bau yang dihasilkan dari kucing buang air. Di tempat si kucing buang air juga kadang susah dijangkau, contohnya di kolong tempat tidur, lemari, pojok kolong kursi ruang tamu dan lainnya. Terkadang malah sampe di tempat tidur, bayangkann! aku juga sering kelupaan kalo pintu kamar lupa tidak ditutup dan pastinya di pojok belakang pintu ada pipis kucing!

Beberapa dari kita memang sudah banyak yang mencoba berbagai cara mencegah si kucing tidak buang air sembarangan seperti dengan menyediakan Cat Litter (Litter Box), membawa si kucing ke toilet dan semacam itu. Memang, secara alami si kucing akan buang air di pasir atau di tanah. Pada pelaksanaanya si kucing harus dikenalkan pada litter box tersebut dari usia dini. Untuk melatih kucing ataupun yang masih kitten (anak kucing) agar buang air tidak sembarangan, kita harus fokus dalam Litter Boxnya.

Cara Melatih Kucing Buang Air

Agar Anda lebih tahu bagaimana cara yang terbaik cara melatih kucing buang air, saya akan membagikan informasi tentang cara melatih kucing buang air agar tidak sembarangan.

1. Siapkan kotak kotoran berukuran besar

Buat Sobat yang memiliki anak kucing yang dirasa tidak sampai untuk memanjat ke Box atau kotak, cobalah Sobat membuat jembatan buatan agar anak kucing bisa memanjatnya tanpa kesulitan.Pertumbuhan tubuh kucing memang sangat cepat, maka dari itu kamu kalau bisa membeli Litter Box langsung saja yang besar, jangan yang kecil apalagi ukuran nanggung. Karena kotak yang besar dapat membuat si kucing masuk kek kotak dengan leluasa serta akan sangat nyaman untuk buang air, karena tidak merasa sempit.

2. Menggunakan Kotak Kotoran yang Tertutup

Tips Melatih Kucing Agar Buang Kotoran Tidak Sembarangan

Ini juga salah satu cara alternatif memilih kotak untuk anak kucing buang air. Ada beberapa jenis kotak yang memang sekelilingnya tertutup. Kotak jenis ini merupakan pilihan yang sangat tepat untuk menahan pasir serta kotoran kucing yang suka di gali atau di dorong lalu ini juga berfungsi untuk menghalangi bau yang keluar dari tempat tersebut. Tidak hanya itu saja lho! Kucing juga akan terasa nyaman dan aman dengan kotak jenis yang seperti ini. Ada juga kelemahan dari kotak jenis ini yaitu sedikit lebih mahal kalau dilihat dari segi harganya dengan Litter Box yang biasa

Nah, ini juga layaknya pemilihan kotak Litter Box yang biasa, usahakan kamu membeli dengan ukuran yang besar untuk jenis kotak kotoran yang tertutup. Seharusnya kamu lebih paham kalau si kucing suka mengendus-ngendus kesana dan kesini di Litter Box sebelum mengubur kotorannya. Untuk itu, dengan menggunakan kotak yang besar, kucing peliharaan kamu akan lebih leluasa bergerak untuk menyelesaikan buang air besarnya.

Sobat harus tahu bahwa kebanyak kucing memang tidak suka saat pertama kali dikenalkan dengan kotak kotoran (Litter Box) jenis yang seperti ini karena ada pintunya. Kalau bisa kamu melepas pintunya agar kucing terbiasa memakainya.

3. Tips Memilih Pasir

Gunakan pasir yang tidak beraroma atau tidak wangi, karena bisa saja si kucing memang tidak suka serta akan memilih tempat yang lain dan terdapat bau kotoran kucingnya.Kalau kamu tahu bahwa sangaat banyak jenis pasir yang dapat digunakan untuk kucing berusia remaja maupun kucing dewasa (berumur 8 bulan keatas). Dalam pemilihan pasir juga harus cermat, kamu harus memilik produk (pasir)  yang memang tidak terdapat debu, karena debu juga dapat membuat iritasi pada paru-paru kucing. Nah, untuk memilih pasir untuk kucing yang tepat, usahakan kamu memilih dengan faktor berikut ini :

1. Memakai jenis pasir yang mudah diserok atau diangkat.
2. Kamu bisa memilih jenis pasir yang sudah biasa digunakan untuk kotoran kucing kamu.

4. Alat tambahan

Nah, ini yang terakhir dalam menyiapkan persediaan untuk kotoran kucing yaitu membeli alat-alat tambahan seperti penyerok atau sekop mini dan kain. Untuk alat penyerok akan berfungsi untuk membuang kotoran kucing yang ada di pasir, kemudia kain bisa diletakkan dibawah kotak agar pasir untuk kucing tidak berantakan di kandang atau lantai rumah kamu.

Cara Untuk Memperkenalkan Kotak Kotoran Pada Kucing

1. Menaruh kotak di tempat yang tenang

Lebih baik kotak kotoran kucing ditaruh ditempat yang sering singgah oleh si kucing, seperti di kandang, ruangan khusus kucing, bahkan sampai tempat bermain si kucing. Nah cara ini dilakukan agar si kucing bisa melihat kotaknya secara langsung dan juga kalau dia ingin pup atau buang air besar, tinggal langsung ke kotaknya.

Saya memiliki cara khusus melatih kucing untuk baung air yang efektif yaitu dengan cara menaruh kotak kotoran yang mudah untuk digunakan, dengan kondisi yang tidak ramai juga kalau bisa jauh dari aktifitas hewan lain maupun manusia.

Tidak hanya manusia saja loh! Tetapi juga si kucing akan berpikir bahwa dia butuh privasi, apalagi untuk masalah buang air besar, pastinya ia lebih suka bersembunyi-sembunyi, entah di kolong, dibelakang sofa, disudut ruang tamu, di belakang pintu, pokoknya yang jarang terlihat oleh siapapun kecuali si kucing.

Kalau kamu baru memulai melatih anak kucing, wajib untuk memindahkan kotak kotoran dan lakukan secara perlahan dari beberapa meter setiap harinya. Cara memindahkan kotak ke ruangan yang berbeda untuk keesokan harinya dapat menaruh mangkuk makananya di tempat kotak tersebut terlebih dahulu, karena sering kali kucing sangat keberatan jika buang air di dekat tempat makan mereka dan pastinya akan memilih tempat lain.

2. Taruh kucing di kotak atau Box

Beberapa proses Sobat wajib untuk mencoba menaruh kucing peliharaan ke Box, kenapa? Karena agar si kucing terbiasa dengan aroma di dalamnya atau sudah mengenali. Memang tidak langsung digunakan oleh si kucing tetapi disitulah ada proses perkenalan dengan tempat baru (Litter Box) disitu.

Tips Melatih Kucing Agar Buang Kotoran Tidak Sembarangan
Usahakan kamu menaruh dengan intensif setelah dia makan, kenapa setelah makan? Ya, biasanya setelah makan kucing akan langsung mencari tempat untuk buang air besar, tidak hanya setelah makan loh! Tetapi juga setelah bangun tidur, bermain atau aktifitas lainnya. Kalau kucing kamu sudah mengendus-ngendus, mencakar-cakar lantai dan sekitarnya, bahkan sampai berjongkok di sutatu tempat, segeralah pindahkan kucing kamu ke Litter Box. Hal itu bisa untuk membiasakan si kucing agar pup di Litter Box. Cara ini tidak untuk membiasakan ke Litter Box saja lho! Tetapi juga bisa melatih kucing kamu agar buang air besar di kamar mandi.

3. Kucing juga Butuh Kasih Sayang

Ini juga termasuk tips yang ampuh untuk cara melatih kucing buang yaitu dengan memakai Litter Box, berikan juga kasih sayang dengan cara mengelus-elus kepalanya, leher, serta seluruh tubuhnya. Jangan coba-coba kamu memarahinya, kalau sering dimarahin maka kucing akan tidak nurut bahkan mau berontak sampai mencakar-cakar bahkan mengejarnya, selain itu juga kucing kamu akan takut.

4. Menyediaan lebih dari satu kotak (Litter Box)

Cara ini agar kucing kamu bisa memilih tempat buang air besar sesuai keinginan kucing kamu, dan ini juga bisa mencegah ketika Litter Box sudah penuh, maka kucing kamu akan memilih kotak pup yang satunya, jadi cara ini cukup efisien lho!
5. Memasukan Ke Dalam Kandang , Jika di anggap perlu !
Ke dalam kandanga maksudnya mengelompokan ke dalam suatu ruangan agar mudah diatur, kemudian kamu bisa menaruh kotak kotoran di pojokan. Ini dilakukan dalam 1 minggu saja agar cepat proses adaptasinya. Jika kucing kamu sudah mau buang air besar atau pup, segeralah masukan kucing kamu ke dalam ruangan tersebut yang sudah disediakan tempat kotoranya.

Tidak hanya itu saja lho! Kamu juga harus memisahkan tempat tidurnya, kotak kotoran serta makananya di sudut yang berbeda, dan kalau bisa di ruangan itu jangan di taruh karpet. Karena si kucing tidak akan pup disitu kecuali terpaksa, biasanya kucing tiduran di karpet dan mencakar-cakarnya untuk bermain serta tidak tempat untuk pup

Menjaga Kondisi Kenyamanan Lingkungan si Kucing

1. Membersihkan Kotak kotoran setiap hari

Kelihatannya ribet banget memelihara kucing. Namun ini penting karena kebanyakan kucing tidak suka buang air di tempat yang kotor. Jadi sehari sekali kamu usahakan membersihkan Litter Boxnya. Tapi sisakan sepotong kecil kotorannya, ini membantu banget agar si kucing mengenali bahwa Litter Box ini tempat pupnya.

Namun setelah Si Kucing mengenali tempat buang pup-nya, kita sudah tidak perlu lagi menyisakan sedikit sisa pupnya, itu hanya cara awal mengenalkan Kucing bagaimana cara buang kotoran.

2. Bersihkan seluruh kotak kotoran dengan rutin

Kalau yang ini Sobat wajib memberisihkannya, minimal seminggu sekali saja sudah cukup. Buang kotorannya serta bersihkan. Nah, kalau kotaknya kosong langsung cuci dengan pembersih yang tidak bahaya (pakai sabun mandi), bilas lalu keringkan lalu ganti dengan pasir yang bersih.

3. Jauhkan Pot Tanaman dari aktifitas kucing

Tips Melatih Kucing Agar Buang Kotoran Tidak Sembarangan


Pot tanaman atau vas bunga yang besar biasanya sanget sering digunakan kucing untuk buang air kecil loh! Nah, untuk itu mencegah adalah hal yang harus dilakukan seperti menyingkirkan atau memindahkan dari jangkauan kucing. Kamu juga bisa menutupi potnya dengan kertas timah jika si kucing belum terbiasa untuk buang air di Litter Box.

Tips Melatih Kucing Buang Air Agar Tidak Sembarangan

Selain dari tahap demi tahap untuk melatih kucing agar tidak buang air sembarangan, saya juga punya beberapa tips yang efisien banget dan kamu bisa mempraktekan dengan mudah, seperti :

1. Memberi Makanan Secara Teratur

Cara ini sangat bagus untuk memprediksi ia akan memakai kotak kotoran (Litter Box). Untuk anak kucing biasanya membutuhkan waktu sampai 20 menit setelah makan kemudian buang air. Nah, kalau sudah sekitar waktu segitu, bawalah kucing kamu ke kotak kotoran.

2. Gunakanlah jenis pasir yang berbeda

Kamu bisa mencoba berbagai jenis pasir agar kamu tahu mana jenis pasir yang disukai oleh kucingmu. Kemudian apakah si kucing lebih suka dengan pasir yang biasa atau yang beraroma wangi.

3. Mengganti jenis pasir secara perlahan

Kalau memang harus mengganti jenis pasir, kamu bisa mencoba menggantinya secara perlahan dari satu pasir ke pasir yang lain dengan cara mencampurkan pasir yang baru dengan yang lalu, kemudian menambah jumlah pasir yang baru dalam jangka waktu sekitar 2 mingguan.

4. Kenali tingkah laku si kucing

Kamu bisa perhatikan tingkah laku si kucing kalau sudah kebelet ingin buang air besar, biasanya si kucing akan mengeong-ngeong, menggaruk-garuk lantai di pojokan, mengendus-ngendus tempat yang sulit dilihat seperti di kolong mejar atau kursi dan di pojokan. Itu memang tanda si kucing ingin buang air besar dan sudah tidak tahan lagi, segeralah bawa kucingmu ke Litter Box atau ke kamar mandi.

Untuk mengajari kucing buang air besar atau buang air kecil memang harus bersabar, mualai dari persiapannya, pengenalan sampai mengurus kotorannya, terkadang kamu juga harus memperhatikan kucing akan buang air, jadi kamu harus menikmati proses tersebut agar kucing kamu pintar dalam buang air besar dan buang air kecil.

Kalau kamu punya anak kucing mungkin akan lebih mudah dalam mengajarkan buang air pada tempatnya dibandingkan dengan kucing yang sudah besar atau dewasa. Tetapi tidak menutup kemungkinan bawa si kucing yang dewasa tidak bisa melakukanya juga ya! Semoga artikel cara melatih kucing buang air ini sangat berguna buat kamu yang sedang melatih kucing. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman pecinta kucing lainnya yah! Agar teman-temanmu tau informasi penting ini.

Semoga bermanfaat..

Read More

Sabtu, 11 Maret 2017

Tips Atasi Cacingan Pada Kucing

Tips Atasi Cacingan Pada Kucing

Melihat kucing kesayangan kita terus sehat dan semangat adalah salah satu dambaan kita. Tapi adakalanya kucing kita bisa sakit baca : penyakit kucing Salah satu penyakit kucing yang sering menyerang adalah cacingan. Cacingan pada kucing bisa diakibatkan oleh beberapa macam cacing, yaitu : Cacing gelang,m cacing tambang, cacing pita, atau cacing paru-paru. Terkadang beberapa cacing bisa ada sekaligus dalam tubuh kucing anda.

Untuk mendiagnosis kucing yang terkena cacingan bisa dilihat dari beberapa gejala kucing terkena cacingan.

√ Kucing diare.
√ Cacing terlihat pada kotoran.
√ Terdapat butiran putih (telur cacing) di dubur kucing.
√ Bulu kucing terlihat kusam
√ Bagian dari cacing terlihat didekat dubur kucing
√ Kotoran yang berdarah
√ Kembung atau bundar, perut kucing yang terlihat buncit
√ Berat badan turun, badan terlihat kurus
√ Muntah-muntah, sesekali muntah terlihat ada cacingnya
√ Sembelit
√ Batuk
√ Gangguan pernafasan

Jika beberapa gejala diatas terlihat pada kucing anda, kemungkinan besar kucing terkena cacaingan. Untuk mengobati kucing cacingan ada beberapa langkah, pertama kita diagnosa dengan gejala diatas,
Kemudian obati dengan obat cacing yang pas, dan terakhir bisa melakukan pencegahan terhadap cacing.

Mengobati kucing cacingan

Untuk mengobati kucing yang terkena cacingan lebih baik membawanya ke dokter hewan, ini adalah cara teraman dan baik bagi kucing. Adakalanya kita tidak bisa mendapati dokter hewan terdekat dan harus jauh ke kota (seperti di tempat saya) anda bisa mengobati sendiri kucing anda dengan obat cacing untuk manusia. Saya rekomendasikan obat cacing combantrin, karena obat ini sangat efektif untuk pengobatan cacing, saya juga membrikan obat ini untuk burung merpati saya. Jangan berikan obat cacing pada kucing yang sedang hamil.

Pemberian obat cacing pada kucing

Pemberian bisa dilakukan dengan cara melakukan spet pada kucing, biasanya dengan suntikan tanpa jarum, atau suntikan yang dimodifikasi, jarum diganti dengan selang karena combantrin berbentuk cair. Dosis pemberian pada kucing yaitu 1 ml / 2kg, jika kucing mempunyai berat 2 kg beri 1 ml, jika 4 kg beri 2 ml. Kucing tidak akan menyukainya tetapi anda harus memaksanya. Jika kucing masih anak-anak (dibawah 3 bulan) beri combantrin anak rasa jeruk hehe.
Tips Atasi Cacingan Pada Kucing

Berikan selama 2 minggu sekali selama 1 bulan. Pemberian minggu pertama difungsikan untuk membunuh cacing dewasa dan cacing kecil. Pemberian kedua difungsikan untuk membunuh laeva yang sudah berubah menjadi cacing yang belum terbasmi di pengobatan pertama.

Jangan kaget setelah pemberian obat, kucing ada yang muntah cacing, ada yang mengeluarkan cacing, dll. Lihat perkembangannya terutama di badan yang mulai gemuk kembali, saya sudah mencoba dengan cara ini dan berhasil bagi kucing saya.

Saran : Kucing sakit karena cacingan lebih baik bawa ke dokter karena cara diatas bukan jaminan memulihkan kondisi kucing yang sakit, Namun sebagai cara alternative pengobatan yang bisa kita coba dirumah. Jika Anda ragu mengobatinya sendiri Dokter adalah alternatif terbaik bagi kuving Anda.

Demikian Tips Mengobati Keracunan Pada Kucing Karena Makanan, semoga bermanfaat..

Read More

Cara Mengobati Kucing Mengeluarkan Kotoran Berdarah

Cara Mengobati Kucing Mengeluarkan Kotoran Berdarah


Kucing Pup Berdarah – Kucing mengeluarkan kotoran atau pup berdarah adalah salah satu kendala yang sering dialami oleh para semua pecinta kucing. Mulai dari kotoran kucing bercampur darah, kotoran kucing bercampur lendir, atau bahkan mencret disertai dengan lendir dan darah. Bagi yang belum berpengalaman atau baru terjadi pada kucing peliharaannya tentu hal tersebut bisa membuat khawatir. Tetapi jangan panik ya jika kucing mengeluarkan kotoran berdarah tetap tenang dan dirawat dengan baik tentunya.

Hal terbaik adalah dengan membawanya ke dokter hewan. Karena disana kucing kita bisa diobati dan dicari penyebabnya sekaligus konsultasi dengan dokter hewan, apalagi kalo dokternya cantik/ganteng *eh. Tetapi jika kita tidak bisa membawanya ke dokter hewan kita bisa mencoba mengobatinya sendiri dengan gejala yang terlihat. Ada beberapa factor penyebab kucing mengeluarkan kotoran bercampur darah, berikut kita bahas dibawah ini.

3 Penyebab Kucing Mengeluarkan Pup Berdarah dan Solusinya

1.Kucing terserang cacingan

Cacing adalah salah satu penyebab kenapa kucing mengeluarkan pup berdarah. Cacing yang berkembang didalam usus kucing bisa melukai dinding-dinding usus (pencernaan) yang mengakibatkan darah keluar dan bercampur dengan kotoran. Jika dibiarkan saja maka akan mengakibatkan hal yang lebih parah pada kucing kita, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Pembahasan mengenai cara mengobati kucing yang terserang cacing sudah kami bahas disini, lengkap dengan gejala yang terlihat, silahkan baca: mengobati kucing cacingan Tetapi jika kucing anda sedang hamil saya sarankan konsultasikan dengan dokter, karena pemberian obat cacing pada kucing yang hamil akan berbahaya bagi kandungannya.

2.Kucing tidak cocok dengan makanannya

Kotoran kucing berdarah juga bisa diakibatkan oleh tidak cocoknya makanan kucing yang diberikan. Biasanya ini terjadi ketika pemilik mengganti makanan yang biasa diberikan pada kucing, atau kucing berpindah kepemilikan dan owner baru memberi makanan yang tidak seperti biasanya.

Jika memang mengganti makanan kucing tidak seperti biasanya bisa jadi ini penyebabnya, coba segera ganti makanan kucing tersebut dan lihat perubahannya. Tanda makanan yang tidak cocok pada kucing yaitu kucing akan mengeluarkan kotoran yang lebih bau dari biasanya. Apalagi jika kucing yang anda pelihara adalah kucing selain dome, maka makanan yang anda berikan harus hati-hati.

3.Kucing sakit

Pencernaan kucing dikenal kurang baik, jika kucing pup berdarah dan 2 faktor diatas tidak termasuk maka bisa jadi kucing anda sedang sakit. Saran saya yaitu coba periksakan ke dokter agar bisa diketahui penyebabnya dengan jelas dan bisa ditangani dengan benar. 

Demikian Cara Mengobati Kucing Mengeluarkan Kotoran Berdarah, semoga bermanfaat..

Read More

Jumat, 10 Maret 2017

Tips Merawat Kucing Anggora Yang Baik dan Benar

Tips Merawat Kucing Anggora Yang Baik dan Benar


Ingin memelihara kucing anggora, tapi belum bisa cara merawatnya? Tenang saja, merawat jenis kucing anggora ini cukup mudah kok. Kita hanya perlu meluangkan beberapa jam dalam sehari untuk perawatan kucing peliharaan kita. Berikut beberapa tips dalam merawat kucing anggora.

Memperhatikan Makanan dan Minuman Kucing

Memperhatikan Makanan dan Minuman Kucing


Kita harus memperhatikan makanan dan minuman untuk kucing anggora kita. Ada banyak sekali produk makanan untuk kucing anggora. Kita harus menyeleksi produk makanan apa yang baik untuk kucing peliharaan kita. Karena tidak semua produk makanan itu baik untuk si kucing. Biasanya, produk makanan yang berkaleng (makanan basah) tidak baik untuk kesehatan si kucing. Makanan kalengan ini dapat berpengaruh terhadap bulu dan umur kucing peliharaan kita. Kita pasti tidak ingin kan kucing kesayangan kita bulunya rusak atau cepat mati. So, perhatikanlah makanannya dan usahakan berikan makanan yang kering saja.

Untuk minumannya, kita bisa memberikan kucing peliharaan kita air yang sudah matang atau dimasak. Sesekali kita bisa memberikan kucing peliharaan kita susu. Namun jangan terlalu sering karena tidak bagus untuk kesehatan kucing. Selain itu, jangan berikan juga susu untuk manusia. Karena susu untuk manusia mengandung lactobasilus yang mengakibatkan kucing mencret. Berikanlah susu yang khusus untuk kucing, seperti royal canin.

Membersihkan Kandang Kucing

Membersihkan Kandang Kucing

Ketika kita memutuskan untuk memelihara kucing anggora, kita harus siap juga untuk merawat kucing peliharaan kita, khususnya kandang kucing. Karena kandang kucing anak menimbulkan berbagai penyakit yang menyerang kucing peliharaan kita jika kandang kucing tidak dibersihkan secara rutin.

Kita bisa membersihkan kandang kucing peliharaan kita seminggu sekali. Jangan lupa gunakan desinfektan untuk membersihkan kandang kucing.Selain itu, tempat dan pasir yang digunakan untuk membuang kotoran kucing juga harus dibersihkan. Kalau tempat dan pasir tempat buang kotoran tersebut harus dibersihkan setiap hari karena jika tidak dibersihkan, maka akan mengeluarkan bau yang tidak sedap dan dapat menimbulkan berbagai penyakit pula bagi kucing peliharaan kita.

Ukuran kandang kucing juga harus diperhatikan agar kucing peliharaan kita merasa nyaman. Ukuran kandang harus disesuaikan dengan berat dan ukuran kucing. Jika kita kurang faham menganai hal ini, kita bisa langsung bertanya di pet shop terdekat.

Membersihkan dan Merawat Kucing

Untuk menjaga kecantikan dan keanggunakan kucing anggora kita, kita harus menyediakan waktu untuk membersihkan kucing peliharaan kita. Sisirlah bulu kucing setiap hari. Hal ini bertujuan untuk meluruskan bulu kucing dan mengambil bulu-bulu yang sudah mati. Karena, jika bulu yang sudah mati tidak diambil, maka bulu kucing akan kusut atau gimbal. Selain itu, bulu yang sudah mati juga dapat menyebabkan hairball (gumpalan bulu yang masuk di dalam saluran pencernaan). Hal ini bisa terjadi saat kucing menjilati badannya, bulu-bulu yang sudah mati tersebut bisa masuk ke dalam mulut kucing dan tertelan.

Selain menyisir bulu kucing, kita juga perlu memandikan kucing peliharaan minimal dua minggu sekali. Alangkah baiknya, jika kita mempunyai banyak waktu luang, kita bisa memandikan kucing peliharaan kita satu minggu sekali. Namun, sebelum memandikan, kita lihat terlebih dahulu kondisi kucing dan cuacanya agar kucing kita tidak kedinginan.

Wajib Memberikan Vaksin Pada Kucing Kesayangan

Vaksin Pada Kucing Kesayangan

Tidak hanya manusia saja yang diberikan vaksin, kucing juga perlu diberikan vaksin untuk menjaga daya tahan tubuh si kucing. Biasanya, kucing pertama kali diberi vaksin pada umur sekitar 8-9 minggu. Namun, sebelum memberikan vaksin kepada kucing peliharaan kita, kita perlu memperhatikan kesehatan kucing kita. jika kucing kita kurang sehat atau tubuhnya sedang lemah, maka pemberian vaksinasi bisa ditunda sampai kucing kita benar-benar sehat.

Vaksin yang perlu diberikan kepada kucing peliharaan kita antara lain: vaksin herpes, vaksin leukemia, dan vaksin rabies. Jika kucing kita tidak diberikan vaksin, daya tahan tubuh kucing kita kemungkinan besar akan lemah dan lebih mudah terserang virus karena daya tahan tubuh tidak mampu melawan virus tersebut. Akibatnya adalah kucing akan mati, bahkan yang membahayakan adalah jika kucing kita terkena virus rabies yang dapat menular ke orang ada di sekitar kucing tersebut.

Read More